Tim Dok : Candi Borobudur & Gereja Ayam Terlampui Dengan Bersepeda

Tim Dok : Candi Borobudur & Gereja Ayam Terlampui Dengan Bersepeda

M

alam minggu ini terasa syahdu, hujan deras membasai tembok rumah yang begitu nyaman. Kegelisahan terasa karena minggu pagi bakalan ada acara Golawe #1 jika hujan tak reda, acara bakalan tak sukses. Acara Golawe #1 adalah acara bersepeda akhir pekan yang pertama kali di buat oleh Komunitas Polygon Indonesia Regional Yogyakarta. Rute yang akan di lewati dari titik poin pertama di Tugu yogkarta, di lanjutkan menuju Ancol Bligo yang belum lama ini Komunitas Sepeda Pitnik juga kelokasi ini, di lanjutkan Candi Borobur dan penutupan di Gereja Ayam yang sedang hits karena film AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta).

Saya (Lensa Nasrul) di sini mendapatkan amanah dari komandan KSPI Jogja mas Reza untuk mendokumentasi yang ikut Golawe #1. Maka dari itu di sini saya  tidak ikut bersepeda, hanya menggunakan sepeda motor agar mendapatkan moment yang baik.

Kriiinngg….!!!
Minggu pagi, 30 Oktober 2016 alhamdulillah cuaca cukup cerah semua alat untuk dokumentasi sudah siap ibadah yang pertama, saya langsung berangkat menuju Tugu Yogyakarta. Sampai di lokasi saya masih belum kenal banyak hanya yang saya kenal Bang Hans & om Wisnu untuk lainnya masih buta dan belum sempat mengenal semua.

Golawe 1

Perlahan-lahan peminat mulai banyak dari yang muda, sampai tua dan dari mas-mas, bapak-bapak dan ibu ibu membaur bersama sebelum acara gowes berlangsung. Sebelum keberangkatan poin utama adalah berdo’a agar acara berjalan lancar dan sukses dari keberangkatan sampai akhir pulang.

Gowes akhirnya di berangkatkan pukul 06.30 wib sesuai saat kesepakatan rapat pembahasan acara ini. Perlahan namun pasti dengan cara menikmati bersepeda sebagai alat alternatif menaikmati hari mingu.

BACA JUGA :  Minggu Wage, Jadwal Sakral Untuk Komunitas Sepeda Pitnik Jogja

dsc_0351

Rute yang dituju dari kota yogyakarta menuju Ancol Bligo luarbiasa, saya ingin melewati kesini lagi karena ada spot menarik sawah yang hijau luas dan nampak gunung merapi sangat gagah. Sedangkan saat acara ini saya tidak sempat mendokumentasikan karena keterbatasan gerak, selanjutnya saya akan datang kelokasi itu dan akan mengabadikan lokasi yang bagus indah dan asri.

Jembatan Duwet Kulon progo

Jembatan Duwet yang terletak di dusun Duwet, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo menjadi lokasi menunggu dari teman-teman yang tercecer di belakang. Jembatan ini hanya bisa di lintasi oleh beroda 2 dibangun untuk menghubungkan 2 wilayah yang dipisahkan oleh sungai progo dengan tebing setinggi kurang lebih 100 meter.

Jembatan ini menjadi salah satu spot bagi para pesepeda untuk menyandarkan diri dan berfoto dengan sepedanya sendiri karena jika sudah sampai lokasi yang bagus jika tidak foto dengan sepedanya kurang afdol.

Perjalanan di lanjutkan menuju Ancol Bligo yang menurut saya tidak ada asiknya sama sekali, pemandangan juga kurang oke. Sepertinya ini hanyalah tempat wisatanya para pemancing dan  melihat sungainya yang begitu gelap membuat saya mengabadikan sedikit bermalasan. Jadi di Ancol Bligo ini hanya menjadi tempat istirahat sementara makan, makanan yang sudah di siapkan oleh pembuat acara, makanan tradisional yang enak berbahan pisang goreng.

Perjalanan selanjutnya menuju Candi Borobudur melewati jalan alternaif yang memiliki jalur yang menantang bagi para pesepeda. Jalan yang naik turun membuat stamina terkuras banyak. Panasnya terik matahari yang sudah berada di puncak menjadikan stamina cadangan juga terkuras habis ujung ujungnya menuntun sepeda, hehe jangan di paksakan yang penting sampai. Mobil loading ternyata juga penuh, cukup banyak juga yang tumbang namun masih banyak yang semangat sampai tujuan.

BACA JUGA :  Gratis!! Nikmatnya Kedai Kopi Kayuh

Candi Borobudur

Sampailah di depan Candi Borobudur, ini adalah lokasi terhits bagi para pesepeda. Karena jika sampai sini dengan sepeda namun belum foto di lokasi ini, maka itu hanya cerita hoax kalian sudah datang bersepeda di Candi borobudur hehe karena tidak ada pict

Tak lupa foto dulu dengan banner sebagai identitas dan juga di temani oleh para pesepeda dari kampus amikom (kaos warna biru muda) yang sebelumnya juga bertemu di Ancol Bligo. Setelah semua terpenuhi di Candi Borobudur teman-teman masih belum tumbang dan di lanjutkan menuju Gereja Ayam yang tidak jauh dari Candi Borobudur, sekitar 3 – 4 Km namun jalannya menanjak berkonblok yang luar biasa.

Gereja Ayam yang terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah menjadi pusat perhatian setelah film Ada Apa Dengan Cinta 2 tampil disini. Sebelumnya sih udah ramai, namun setelah AADC hadir disini jadi semakin ramai. Tiket masuk Rp.10.000,- bagi turis lokal untuk para pesepeda, sepedanya bisa di bawa sampai dekat Gereja, sedangkan sepeda motor dan mobil harus parkir dengan harga parkir yang standar.

Jalannya yang nanjakkan luarbiasa membuat teman-teman harus menuntun sepeda, hampir 70% kemiringannya, sampai saya merinding lihat mobil yang melewati lokasi ini dengan santeinya bolak-balik. Mobil yang saya maksud adalah salah satu failititas yang di berikan di tempat wisata gereja ayam.

Gereja Ayam

Perjuangan dari teman-teman Komunitas Sepeda Polygon Indonesia Regional Yogyakarta (KSPI Yogyakarta) tak sia-sia. Cuaca yang sangat cerah dengan pemandangan yang luar biasa menjadi penyejuk akhir lokasi yang di tempuh. Rasa kebersamaan yang terjalin sangat erat membuat acara ini tak ingin dihentikan. Tak lupa sebagai identitas foto bareng di lokasi yang sedang hits. Menjadi sebuah kebanggaan bagi mereka yang bersepeda apalagi yang masih pemula.

BACA JUGA :  HARI BUMI : Tanam Pohon Daripada Tanam Beton

Gereja Ayam Magelang

Jangan lupa jika sampai di Gereja Ayam explore lokasinya, Gerja Ayam ini memiliki ruang begitu banyak dari ruang utama yang terdapat kursi banyak dan ada LCD TV. Selain itu ada ruang bawah tanah yang sedang di renovasi yang cukup bikin merinding karena sepi dan yang banyak di kunjungi adalah puncak kepala ayamya.

Puncak Gereja Ayam

Saya berada di zona yang kurang menyenangkan haha, spotnya sih bagus banget, tapi saya ini berada di zona dalam foto sisi kiri merupakan Eigner dan Elisa yang merupakan pasangan yang sedang di mabuk asmara dan sisi kanan foto merupakan pasangan romantis tiap membuat acara.

Sah dan sudah di pastikan bahwa acara GOLAWE #1 (Gowes Last Weekend #1) sukses dan berjalan dengan lancar. Di lokasi Gereja Ayam di tutup sebelum adzan dzuhur berkumandang. Yang muslim beranjak ke mushola setelah itu dilanjutkan untuk pulang dengan melewati jalan magelang yang jalannya rata menurun.

Previous Soto Bathok Kebon Pitek Jowo
Next Begini Cara Enak & Nikmat Minum Jus Wortel

About author

Bang Nasrul
Bang Nasrul 251 posts

Seorang yang 70% kesibukan di depan komputer dan traveling menjadi salah satu cara menghilangkan rasa bosan. Tidak mahir berenang tapi senang kalau di ajak ke pantai.

View all posts by this author →

You might also like

Yogyakarta 0 Comments

Ternyata Jalur Imogri Ke Mangunan Menanjak Sekali

Lensanasrul.com – Ke kebun buah mangunan itu udah 2 kali lebih, namun untuk mencoba menuju ke Kebun Buah Mangunan dengan sepeda saya belum pernah. Maka dari itu di hari minggu

Candi Kalasan di Antara Rumah Penduduk

Lensanasrul.com – Explore dan Gowes itulah beberapa minggu ini yang saya lakukan. Mecari udara segar di padukan dengan menikmati indahnya kota yogyakarta beraneka ragam seni dan budaya. Minggu, 14 Feb

HARI BUMI : Tanam Pohon Daripada Tanam Beton

Lensanasrul.com – Hari ini, 22 April 2016 tepat di Hari Bumi, yang biasanya di Hari Bumi ini kita atau beberapa orang yang peduli dengan Bumi kita ini akan mendukung atau

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply