Bang Nasrul Seorang yang 70% kesibukan di depan komputer dan traveling menjadi salah satu cara menghilangkan rasa bosan. Tidak mahir berenang tapi senang kalau di ajak ke pantai.

Camping Santai di Pantai Jungwok Gunungkidul

3 min read

Camping di Pantai Jungwok Gunungkidul

Sesuai dengan tagline yang saya buat saat ini yaitu “penikmat liburan akhir pekan“, sabtu setelah melakukan pekerjaan selama 6 hari kerja. Saya menyempatkan waktu untuk menikmati pantai dengan konsep camping ceria. Maksud camping ceria ialah menikmati suasana dengan berkemah namun tidak melelahkan hanya tidur pindah tempat dan menikmati suara pantai/suara ombak sambil merenung dalam kegelapan. Tujuannya ialah Pantai Jungwok Gunungkidul.

Lokasi camping ceria kali ini di Pantai Jungwok Gunungkidul. Lokasi yang berada di Gunungkidul sebelah timur dari Pantai Wediombo. Yang sebelumnya saya sempat mengunjungi pantai tersebut tahun 2014, tapi masih begitu sepi namun sekarang sudah berbeda, (Baca : pantai jungwok perdana).

Pantai Jungwok adalah salah satu pantai indah di Gunungkidul yang cukup bersih dan bisa dibilang tidak begitu ramai daripada Pantai Baron yang selalu menjadi jujukan para liburan keluarga. Kalau Pantai Jungwok lebih ke orang-orang yang suka berpetualang, karena untuk menuju pantai tersebut harus melewati jalan yang bebatuan dan cukup jauh dari jalan beraspal. Apalagi kalau disaat musim hujan jalan pasti licin dan tidak bisa dibayangkan pasti mobil atau motor sering terselip di antara lumpur yang menggenang.

Apabila musim kemarau atau disaat jalan tidak berlumpur, untuk sepeda motor ataupun mobil bisa masuk sampai bibir pantai, berbeda disaat perdana saya ke Pantai Jungwok, harus berusaha jalan dan cukup jauh.

Oh iya bagi yang bingung rute menuju Pantai Jungwok, silahkan dilihat google map menuju pantai jungwok, harigini harus melek teknologi guys, baca google maps sudah begitu jelas.

Singkat cerita kami Camping di Jungwok (9 september 2018), perjalanan menuju pantai Jungwok malam hari setelah isyak kami berangkat dari kota Yogyakarta. Alasan berangkat malam hari karena beberapa dari kami dan termasuk saya sendiri saat hari sabtu masih bekerja, maka dari itu kami harus berangkat setelah pekerjaan rutin harus diselesaikan terlebih dahulu.

Peralatan pribadi sudah dibawa menggunakan mobil pick up carry, dan berhenti di daerah Gading, Playen, Wonosari untuk menyewa alat camping. Bagi anda pemula seperti saya ini, berikut adalah Peralatan dan Perlengkapan Camping yang wajib di baca agar tidak ketinggal alat-alat yang dibutuhkan.

Tiket masuk Kawasan Jungwok Sama Seperti di Pantai Wediombo Rp.5.000,-/orang

Perjalanan saat melewati bebatuan begitu gelap, tidak ada rumah penduduk, dalam pikiran hanyalah berdo’a dan fokus karena jalan berlubang dan tidak ada lampu penerangan kecuali lampu dari mobil.

Baca di beberapa artikel ataupun dimesin pencari google bahwa di Pantai Jungwok itu angker tapi setelah saya amati dan saya coba sepertinya tidak, karena sekarang di pantai Jungwok tidak sesepi tahun-tahun kemarin. Sekarang di pantai Jungwok sudah begitu banyak warung setiap weekend pasti buka 24 jam, kamu yang mengkonsep camping ceria tidak akan kesusahan mencari makan dan sebagainya. Fasilitas pun lengkap seperti kamar mandi dan Mushola.

Kami mulai mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Setelah menemukan lokasi yang terbaik selanjutnya mencari kayu bakar untuk bakar-bakaran jagung bakar. Tak usah khawatir karena disini juga ada yang menjual kayu bakar dengan harga 1 ikat Rp.10.000,- sedangkan tong untuk tempat membakar kayu bakar sewa Rp.10.000/malam.

Bakar bakar jagung
Bakar bakar jagung
Bercerita dan menikmati malam pantai jungwok
Bercerita dan menikmati malam pantai jungwok

Suasana begitu ceria kami bercengkrama sembari membakar jagung bakar atau makan mie instan dengan kompor gas kecil. Suasana tak begitu sepi karena disini juga ditemani beberapa tenda membuat suasana serasa hangat.

Setelah bergelut dengan dunia malam melihat gemerlap bintang, kami mulai beranjak tidur untuk menjaga kondisi dan stamina agar tetap terlihat ceria karena ini sekedar camping ceria bukan camping yang mempersulit sendiri dengan begadang tanpa aktivitas yang berarti.

Berharap terdengar suara ayam berkokok saat pagi hari, ternyata itu tak mungkin terjadi dikarenakan disini hanya terdengar suara ombak saja dan adzan pun tak terdengar. Aku mulai bergegas melihat keluar untuk menunaikan sholat subuh dilanjutkan menikmati udara pagi pantai. Sebenarnya berharap bisa mendapatkan matahari terbit yang indah, namun sangat disayangkan untuk hari ini gagal.

Sunrise di Pantai Jungwok Gunungkidul
Sunrise di Pantai Jungwok Gunungkidul
Menikmati udara pagi dan suara ombak pantai jungwok
Menikmati udara pagi dan suara ombak pantai jungwok

Aktivitas selanjutnya hanya bersantai dan bersantai, menikmati apa yang ada di Pantai jungwok yang begitu indah. Pantai yang tidak terlalu besar dengan icon pantai tersebut yaitu karang besar berada di tengah antara tebing pantai Jungwok.

Yang katanya pantai ini angker menurutku tidak, yang penting saat berada lokasi yang tidak kita kenal janganlah melakukan yang aneh. Selalu ikuti aturan yang tertera di setiap destinasi yang dikunjungi, insyallah semua akan berjalan dengan lancar dan camping atau liburan akan terasa seru.

Pantai jungwok yang begitu seru dan tidak menyeramkan
Pantai jungwok yang begitu seru dan tidak menyeramkan
Pantai dengan pasir putih yang bersih
Pantai dengan pasir putih yang bersih

Jungwok pantai yang cocok untuk berenang karena pantainya bersih namun tetap berhati-hati karena mayoritas pantai di Gunungkidul banyak sekali karang.

Oh iya jika anda ingin berfoto di sebelah barat dari pantai jungwok harap berhati-hati karena pernah ada kejadian pengunjung yang tersambar ombak dan sepertinya hilang, seperti dalam foto yang saya ambil jangan seperti dalam foto itu berbahaya.

Jangan foto seperti ini apalagi saat ombak sedang naik, bisa-bisa tidak sampai rumah tinggal nama
Jangan foto seperti ini apalagi saat ombak sedang naik, bisa-bisa tidak sampai rumah tinggal nama

Akhirnya cerita camping tetap seperti cerita-cerita sebelumnya, untuk kenang-kenangan berfoto bersama-sama karena dengan foto inilah kita bisa mengingat dan dengan blog inilah catatan seajrah tersampaikan.

Sebelum tenda di bubrah, foto bersama-sama dahulu
Sebelum tenda di bubrah, foto bersama-sama dahulu

Semoga cerita pengalaman ini bermanfaat bagi anda yang ingin mencari informasi seputar Pantai jungwok. Jangan sungkan-sungkan untuk komentar di bawah ini, saya malah sangat senang. Oh iya kalau mau cari informasi seputar wisata yogyakarta coba saja gabung di forum facebook “Pecinta Obyek Wisata Yogyakarta” berkat di grub tersebut informasi pantai ini bisa saya genggam dan camping berjalan dengan lancar.

 

 

Bang Nasrul Seorang yang 70% kesibukan di depan komputer dan traveling menjadi salah satu cara menghilangkan rasa bosan. Tidak mahir berenang tapi senang kalau di ajak ke pantai.

4 Replies to “Camping Santai di Pantai Jungwok Gunungkidul”

  1. Semakin sering yang berkunjung dan menulis/mempublikasikan tempat yang “dianggap angker”, padahal menyimpan eksotisme yang ciamik, semakin bermanfaat tentunya, ya mas.

    1. Iya pak dirman, dibalik kata angker sebenarnya memiliki eksostisme yang tak terduga, dan yang katanya angker kalau kita mengikuti aturan tak akan menggangu itu yang bikin angker…

  2. Wah, keren mas pantainya, ini memang ada spot khusus camping atau memang terbuka untuk camping aja?

    Btw penasaran sama keangkerannya? memang gimana ceritanya mas?

    1. ya sebenarnya tinggal pasang aja kalau mau camping tapi tetap ada aturannya.
      banyak info angker bisa tulis ajad di google dengan kata kunci pantai jungwok angker..
      karena saya tidak merasakan ada ke angkeran lokasi tersebut jadi saya rasa aman aman saja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Buy Photo ask@lensanasrul.com