Pengalaman Camping di Pantai Watu Kodok

Pantai Watu Kodok Gunungkidul menjadi salah satu surga penikmat pantai berpasir putih dan tak begitu banyak dikunjungi oleh wisatawan. Selain aksesnya yang terbilang cukup mudah, pantai ini masih cukup terjaga dan fasilitas yang diberikan cukup untuk kita yang akan menikmati liburan ke Pantai Watu Kodok.

Karena sudah setahun lamanya tidak camping di pantai. Kalau tidak salah tahun kemarin dan bulan yang sama yaitu februari saya menikmati camping di Pantai Ngrumput. Nah karena sudah tidak sabar untuk camping di pantai, Pantai Watu Kodok menjadi pilihan untuk camping di pinggir pantai karena tujuan camping hanyalah bersenang-senang sambil menikmati yang Tuhan berikan akan keindahan pantai di waktu-waktu yang tak terduga.

Mumpung libur panjang di putuskan keberangkatan sore hari, 17 feb 2018 dan di selesaikan minggu siang. Sebelum sore hari berangkat untuk camping saya menyempatkan untuk melihat pertunjukan di event Jogja Air Show 2018 yang berlangsung di Depok Airstrip.

Sekitar 14 orang termasuk saya siap untuk camping di pantai watu kodok dengan peralatan seadanya. kami mencari sewa tenda di sekitar Gading wonosari agar selama perjalanan dari jogja tidak membawa beban terlalu banyak, hanya setengah perjalanan dari Gading mulai membawa beban yang cukup banyak (efektifitas beban).

Jadwal Berangkat Tidak Tepat

Harapan berangkat tempat waktu ternyata tak seperti ekspektasi yang diharapkan, realitanya waktu keberangkatan “Mblender” yang cukup banyak. Yang harusnya berangkat pukul 16.00 wib ternyata merosot jadi pukul 17.00 wib. Sebenarnya jadwal yang mundur itu ada alasannya karena ada teman yang ketiduran dan teman yang ketiduran itu terpaksa di tinggal. Akhirnya hasil jadwal yang mundur itulah sampai Pantai Watu Kodok larut malam, sekitar pukul 20.30 wib untuk pinjam tenda dan membeli bahan makanan di supermarket.

BACA JUGA :  Menikmati Kolam Tersembunyi Pantai Wediombo Gunungkidul

Pilih Tempat Camping Strategis

Pantai Watu Kodok cukup luas, anda bisa pilih dimanapun yang menurutmu cocok. Tapi saya menyarankan untuk pilihlah tempat yang tak begitu dekat dengan bibir pantai dan carilah yang berdekatan dengan pohon. Ada di sebelah timur pantai Watu Kodok banyak pohon dan bisa buat memasang Hammock untuk bersantai.

Untuk camping di pantai watu kodok tidak begitu banyak untuk mengeluarkan uang, anda hanya mengeluarkan Rp.2.000,- untuk kebersihan, ini belum termasuk tiket masuk pantai Rp.10.000,-. Jangan lupa untuk mita bukti tiketnya.

Karena konsepnya hanya untuk bersenang-senang, bawa bekal makanan tak harus banyak-banyak seperti naik gunung. Karena di Pantai Watu Kodok sudah begitu banyak penjual apalagi kalau malam minggu biasanya warung buka 24jam. Anggap saja camping hanya untuk tidur di dekat pantai dan bersenang-senang. Namun lebih seru apabila masak dan lainnya dikerjaan sendiri. Bawa 1 ayam yang di potong beberapa yang penting bisa makan bersama dan dibakar bersama-sama, dan diagendakan malam keakraban (makrab).

Camping di Pantai watu kodok

Suasana santei makan bareng habis memasang tenda dan menikmati alunan musik dan nyanyi bersama

Habis mendirikan tenda langsung saja kompor dan nesting dikeluarkan untuk makan seadanya, yang penting kebersamaan. Selain itu yang suka main gitar langsung di pegang itu gitar dan bernyanyi bersama-sama. Lagu dangdut koplo menjadi andalan mereka untuk bernyanyi, sedangkan saya hanya mendengarkan mereka sambil mendengarkan ombak yang begitu tenang untuk menenangkan pikiran yang terkuras selama aktivitas rutin.

Api unggun di siapkan untuk bakar Ayam

Api unggun di siapkan untuk bakar Ayam

Biar malam makin seru, api unggun kita buat. Buatlah lobang agar api tidak lari kemana-mana. Keceriaan yang terjalain selama malam hari suntuk ini membuat rasa capek terasa hilang. Begitu nikmat bermain gitar, bakar ayam dan lainnya. Semua melakukan aktivitas masing-masing yang penting bisa menikmati keseruan selama camping.

"Karena kurang ahli. ayam yang dibakar sering kena pasir ada yang jatuh, haha…"

Sekitar pukul 1.00 wib saya mulai mencoba untuk tidur, beberapa teman masih terjaga dan tidak bisa tidur. Karena di lokasi sedikit panas, akhirnya saya memutuskan untuk tidur di luar menggunakan matras. Sebenarnya tidurnya tidak begitu nyenyak apalagi sempat terjadi gempa yang lumayan terasa infonya gempa dari pacitan. Sekitar pukul 04.00 saya mulai bangun dan teman lainnya sudah pada tidur.

persiapan mencari matahari terbit

Mereka tidur saya bangun

Disaat teman-teman terlelap menikmati tidur, saya mempersiapan packing beberapa alat kebutuhan untuk motret Matahari terbit. Sebenarnya jika saya melakukan camping tujuan utama yang ingin aku lakukan yaitu bisa melihat mathari terbit dan mengabadikannya. Karena semua teman masih terlelap tidur, apa boleh buat saya melakukan tracking ke bukit yang berada di sebelah timur pantai watu kodok sendirian.

BACA JUGA :  Ternyata Jalur Imogri Ke Mangunan Menanjak Sekali

Sebelumnya saya sempatkan untuk menunaikan ibadah sholat subuh biar lebih afdol dan hati lebih tenang. Sempat ragu juga akan menaiki bukit sendirian, karena rasa penasaran tak bisa terbendung akhirnya dengan cara nekat saya mulai naik ke puncak sendirian sambil menggunakan Headlamp untuk penerangan jalan.

Dengan cara nekat itulah akhirnya saya berani dan berada di puncak bukit sendirian. Selang 30menit akhirnya ada beberapa pengunjung yang juga camping di Pantai Watu Kodok ikut berada di bukit dan membuat saya menjadi ada teman di atas bukit.

Foto di Puncak Bukti Watu Kodok

Foto di Puncak Bukti Watu Kodok

Setelah menunggu cukup lama sembari meminum air hangat susu jahe (saya bawa tremos & bubuk susu jahe) akhirnya matahari mulai menampakkan diri. Malu-malu menampakkan diri dari bukit sebelah pantai drini. Mulai aku setting kamera dengan teknik long exposure agar terlihat lebih dramatis, tak lupa saya bergaya sedikit agar ada fotoku di tempat yang indah.

Keindahan sunrise dari puncak bukit pantai watu kodok dan melihat pantai drini

Keindahan sunrise dari puncak bukit pantai watu kodok dan melihat pantai drini

Akhirnya tujuan tercapai bisa melihat pemandangan indah saat matahari terbit dari Puncak bukit pantai watu kodok, dan melihat indahnya pantai drini. Tidak sia-sia melakukan tracking sendirian bangun pagi sendirian dan menahan lapar haha….

Setelah matahari sudah terlihat mulai meninggi, aku mulai turun dari bukit dan kembali ke tenda untuk kembali berkumpul dengan teman-teman, sudah terlihat mereka sudah bangun dan sudah menikmati air dan makanan hangat yang sedang mereka buat.

Sejenak melepaskan lelah sambil bersantai (foto via Smartphone di ambil di whatsapp)

Sejenak melepaskan lelah sambil bersantai (foto via Smartphone di ambil di whatsapp)

Pagi hari yang seru dan santai

Pagi hari yang seru dan santai

Santai-santainya sudah selanjutnya tinggal menikmati air asin di Pantai Watu Kodok yang lokasinya sangat di rekomendasikan karena begitu aman yang penting jangan berenang jauh dari bibir pantai. Pasir yang putih dan bersih membuat pengunjung di pantai ini akan betah.

Hampir semia berenang di pantai, cuma saya saja yang tidak berenang. Sepertinya baru tidak semangat karena masih terasa ngantuk. Sembari menjaga tenda biarkan mereka berenang, tak lupa beberapa foto mengabadikan mereka teman-temanku yang bahagia menikmati Pantai Watu Kodok.

Pantai Watu Kodok

Pantai watu kodok

Pantai watu kodok

Tak terasa pagi menjelang siang terasa cepat sekali, karena perjalanan masih panjang kita harus menyelesaikan bersenang-senang ini untuk kembali packing persiapan untuk pulang. Sembari beberapa orang mandi bergantian beberapa merobohkan tenda agar pekerjaan segera selesai.

Moment terakhir yang bisa di bilang wajib harus ada adalah, foto kebersamaan. Foto ini bisa untuk memberikan kenangan di masa yang akan datang kembali selain itu bisa untuk bergaya dan upload di media sosial kalau saya pernah piknik haha…

Camping di Pantai Watu Kodok

Previous Mendebarkan, Perdana Menonton Jogja Air Show
Next Cara Mendapatkan Uang Dengan Berjualan Foto di Internet

About author

Bang Nasrul
Bang Nasrul 243 posts

Seorang yang 70% kesibukan di depan komputer dan traveling menjadi salah satu cara menghilangkan rasa bosan. Tidak mahir berenang tapi senang kalau di ajak ke pantai.

View all posts by this author →

You might also like

Jawa Tengah 0 Comments

Keindahan Senja Pantai Kartini Jepara Membuat Saya Lupa Untuk Pulang

Setiap melakukan perjalanan atau acara bersama keluarga. Saya selalu berfikir bagaimana caranya agar tidak menyia nyiakan waktu untuk bisa bersenang-senang bersama keluarga?. Nah bersama dengan acara “Njagong Manten” di Pati,

Traveling Indonesia 0 Comments

Antara aku, kamu, dan beribu kilometer (2013 – awal 2015)

Saat matahari terbit di sikunir, wonosobo Haloo guys. .salam traveler hyahaha. Nama aku Tika, dan aku temennya Nasrul. Well, aku mau numpang share kisah traveling aku. Aku nggak sendirian, ngetrip

Jawa Tengah 2 Comments

Lawang Sewu, Sang Icon Semarang Dengan Legenda Cerita Mistisnya

estinasi wisata di Semarang Jawa Tengah sangatlah banyak, dari yang berbau pemandangan, mainan air, pegunungan dan juga gedung yang bersejarah. Banyak kenangan tersendiri untuk saya bisa menikmati kota Semarang. Aku

4 Comments

  1. nuril huda
    February 26, 20:15 Reply

    pernah juga nih ngecamp di gunungkidul, tapi di pantai drini :D, kurang lebih sama sih view nya.

  2. Kemana-lagi
    March 04, 11:21 Reply

    Belum pernah saya camping di sekitaran pantai GN kidul. Tiap mau kesana tertunda terus 🙂
    Kayaknya seruuu tuh

  3. Eksapedia
    March 18, 19:59 Reply

    Kemarin habis kesana, Masya Allah keren banget 🙂

Leave a Reply