Jogja Punya Logo Baru, Selamat ya

Jogja yang istimewa dan juga sebagai tempat kelahiran saya sudah berapa tahun logo yang kental dengan warna hijau ini sudah berubah dengan warna merah. Yogyakarta yang istimewa sudah mulai merubah logo barunya yang sebelumnya menurut saya lebih hijau, hijau seperti kota yang dingin dan nyaman. Dan sekarang berubah menjadi merah, untuk filosifinya akan di bahas di bawah.

Tagline baru untuk rebranding Yogyakarta akhirnya diumumkan berupa kata “istimewa” sebagai pengganti tagline lama “Never Ending Asia”. Sedangkan logo barunya berupa tulisan “jogja” dengan huruf kecil semua. Tampilan logo dan tagline menggunakan warna merah bata dengan latar belakang putih.

Jujur sebenrnya saya lebih suka yang sebelumnya, lebih fresh dan hijau itu yang bikin adem rasanya kalau jogja itu hijau. Kalau saya mengartikan sendiri logo lamanya lebih ke nyaman dan tetap di karakteristik orangnya, lebih mementingkan menghijauan.

Tapi saya akan mencoba mengingat yang logo baru ini yang katanya lebih bagus dan lebih memiliki makna, saya sebagai rakyat setuju aja yang penting Jogja tetap aman, asri dan tau unggah-ungguh (menghormati).

Pengumuman disampaikan Tim 11 yang selama ini menjembatani masyarakat dengan pemerintah DIY untuk memberikan usulan logo dan tagline baru. “Kedua warna itu menunjukkan kesan egaliter,” kata anggota Tim 11, Marzuki “Kill The DJ”, dalam pemaparan di hadapan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, sejumlah bupati, dan beberapa pejabat pemerintah DIY di gedung Pracimosono, Yogyakarta, Kamis, 5 Februari 2015.

Dari logo ini sebagai warga yogyakarta, kita harus tahu apa arti di balik logo ini, jadi di sini saya share arti logo ini, saya dapatkan dari situs  slideshare.

Read :  Kalian Traveler, Harus Nonton Series "Jalan Jalan Men"

Egaliterisme
Logo Jogja sengaja dipilih berhuruf kecil semua untuk melambangkan egaliterisme, kesederajatan dan persaudaran.

Merah
Warna mera bata merupakan perlambang Keraton dan semangat keberanian mewarnai zaman baru (masa depan) tetapi berbekal akar budaya masa lalu dan diperkaya kearifan lokal yang genuine.

Jenis Huruf
Mewakili kekuatan akar budaya Jogja, logo tersebut menggunakan jenis huruf original yang didesain berdasarkan aksara jawa. Font modern tetapi sederhana dan dinamis ini menggambarkan kehidupan di Jogja.

Renaisance atau Gumregah
Tekad 9 Renaisance yang menjadi cita-cita pembangunan Jogja tercermin dalam angka 9 pada huruf ‘g’/9 Renaisance dimanifestasikan dalam slogan gerakan Jogja Gumregah dalam bidang pendidikan, pariwisata, teknologi, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang dan lingkungan.

Biji dan Daun
Titik dalam J berbentuk biji dan daun, juga lubang pada juruf G melambangkan filosofi Cokro Manggilingan, Wiji Wutuh, Wutah Pecah, Pecah Tuwuh, Dadi Wiji. Artinya akan menjadi pedoman pembangunan yang lestari dan selaras dengan alam.

Hamemayu Hayuning Bhawana
Huruf G dan J yang saling memangku dan bersinanggungan melambangan Hamemayu Hayuning Bhawana. Sebagai pedoman pemimpin dan pengampu kebijakan bercermin pada kalbu rakyat.

Merah dan Putih
Warna merah berasal dari lambang Keraton, simbol keberanian, ketegasan, kebulatan tekat yang utuh. Warna putih menggambarkan Jogja roh ke-Indonesi-an.

Fleksibilitas Warna
Selain warna merah sebagai warna resmi, logo ini juga dirancang fleksibel dengan warna lain untuk menggambarkan kemajemukan.

Ternyata artinya cukup ngena(dapat) juga untuk kota jogja, lebih ke kraton juga. Keren juga artinya. Semoga arti arti itu bisa sama seperti jogja selamnya.

Bagi yang kangen dengan logo lamanya, ini logo lamanya, bis kalian lihat

Nunggu peresmian aja, katanya maret di kraton bakalan meriah karena pesta rakyat, harus datang dan meramaikan, ini kan pesta rakyat, saya sendiri rakyat, pokoknya hajarr… 😀

Read :  Ke Pangandaran, Kunjungi 5 Tempat Wisata Tersembunyi Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *