© Novian Pamungkas Warung Kopi Merapi, Sederhana Tapi Punya Plusnya

Warung Kopi Merapi, Sederhana Tapi Punya Plusnya

Kamu pecinta kopi ataupun bukan, apabila nongkrong di lokasi sejuk dan bebas dari hingar-bingar kota yang padat pastinya sangat menyukai. Di sebelah utara kota Yogyakarta yang berdekatan dengan gunung merapi ada sebuah warung yang santai buat nongkrong dengan menu yang di tonjolkan adalah Kopi.

Warung yang saya maksud disini adalah Warung kopi merapi jogja. Warung kopi merapi terletak di kaki gunung Merapi, Desa wisata Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Selain merasakan kenikmatan secangkir kopi jenis Robusta atau Arabika, Anda bisa menyaksikan “sisa-sisa” keganasan erupsi gunung api paling aktif di dunia itu.

Warung kopi merapi tak jauh dengan wisata di kawasan merapi seperti the Lost World Castle, dan juga Stonehenge.

Menariknya, Warung kopi merapi menyendiri alas tidak ada rumah penduduk sepi yang di temani hanya batu-batu yang cukup besar. Selain itu apabila anda datang di lokasi pada malam hari. Adernalin akan terpacu karena jalan yang di lalui selain jalan berbatu, tidak ada lampu dan berasa di hutan gelap gulita. Itu saya lalui bersama rekan saya (berdua) menggunakan sepeda motor sendiri serasa bulu kuduk merinding.

Hidangan di Kopi Merapi

Hidangan di Kopi Merapi © Rini widayati

Menu yang ditawarkan hanya sederhana dengan harga yang sederhana, seperti menu yang di unggulkan adalah Kopi (Kopi arabika merapi, Kopi Robusta), Gorengan tempe mendoan & pisang, mie rebus, mie goreng.

Memang menu yang diberikan sederhana tapi nilai plusnya adalah memberikan lokasi yang begitu menarik dan suasana yang diberikan serasa berbeda karena berada di lokasi jauh dari rumah penduduk dan kota yang padat, selain itu rasakan jika pagi pasti bisa melihat kemegahan Gunung Merapi. Kalau mau datang kesini setiap hari ada pukul 08.00 pagi – 12.00 wib.

BACA JUGA :  Pule Payung, Wisata Alam Dengan Pemandangan Waduk Sermo

Warung kopi merapi kalau weekend bisa penuh, jadi persiapkan waktu yang pas karena apabila penuh sulit untuk mencari tempat untuk nongkrong. Walaupun sekarang Warung kopi merapi sudah cukup luas, tapi disaat penuh bakalan menunggu lama karena para penikmat kopi terlalu nyaman untuk nongkrong dan ngobrol di warung kopi merapi tersebut.

Cerita nongkrong : 8  April 2018

Previous Umbul Sigedang Klaten, Dingin Tapi Bikin Ketagihan
Next Pantai Glagah Kulonprogo, Destinasi Keluarga dan Panorama Sunset

About author

Bang Nasrul
Bang Nasrul 244 posts

Seorang yang 70% kesibukan di depan komputer dan traveling menjadi salah satu cara menghilangkan rasa bosan. Tidak mahir berenang tapi senang kalau di ajak ke pantai.

View all posts by this author →

You might also like

Jawa Timur 0 Comments

Menelusuri Malang, Monumen Pahlawan Trip dan Gereja Ijen

Lensanasrul.com – Haloo,.. ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya di Hari pertama perjalanan Jamnas #2.  Hari ke 2 merupakan tanggal 26 September 2015, merupakan hari sabtu pertama di malang. Udah

Yogyakarta 0 Comments

Air Terjun Watu Jonggol Di Antara Bukit Tinggi

Hay kembali lagi menulis artikel kembali setelah beberapa lama tidak update, Sebelumnya saya sudah mengupdate jalan-jalanku  ke Puncak Suroloyo dan Kebun Teh Nglinggo ini merupakan perjalanan berurutan karena lokasi yang

Traveling Indonesia 4 Comments

Beginilah Asiknya Desa Selopamioro Musim Kemarau

ari minggu, 17 September 2017 menjadi hari untuk belajar bareng dengan tim produksi foto dan Videografi sekaligus merayakan 1 tahun bermain dan berkarya bersama. Walaupun 1 tahun baru bertemu kita

2 Comments

  1. Eksapedia
    May 15, 20:14 Reply

    Wah mantep yo mas,ngadem disini sambil melihat keindahan gunung merapi 😀

Leave a Reply