Lawang Sewu, Sang Icon Semarang Dengan Legenda Cerita Mistisnya

Lawang Sewu, Sang Icon Semarang Dengan Legenda Cerita Mistisnya

D

estinasi wisata di Semarang Jawa Tengah sangatlah banyak, dari yang berbau pemandangan, mainan air, pegunungan dan juga gedung yang bersejarah. Banyak kenangan tersendiri untuk saya bisa menikmati kota Semarang. Aku masih ingat saat aku menikmati semarang di awal tahun 2016. Sampai aku masukkan di artikel The Best Traveling Momment 2016.

Dari cerita saya yang berada di semarang, saya mengujungi salah satu icon Semarang yang sudah terkenal dengan legenda mistisnya dan memiliki pintu yang sangat banyak, nah icon tersebut adalah Gedung tua bersejarah Lawang Sewu.

Bangunan bersejarah Lawang Sewu Semarang, Jawa Tengah, tentunya sudah akrab di telinga masyarakat, khususnya warga semarang dan sekitarnya.

Lawang Sewu berlokasi di tengah-tengah kota Semarang, depan jalan lingkar tugu muda semarang. Walaupun di semarang banyak sekali tempat wisata terbaru, namun untuk gedung bersejarah Lawang Sewu selalu tidak boleh tertinggal olel wisatawan lokal atau mancanegara dengan ceritanya yang menarik, gedung yang kokoh nan artitektur jaman dahulu.

Gedung bersejarah lawang sewu memang menjadi icon Semarang namun gedung bersejarah ini juga memiliki cerita legenda yang cukup mistis sempat masuk di acara Uji nyali.

Asal Usul Lawang Sewu

Lawang sewu semarangBermula dengan asal usul Gedung bersejarah Lawang sewu. Lawang Sewu atau dalam bahasa Indonesia Pintu Seribu adalah Gedung megah yang dibangun di Era penjajahan Belanda. Dahulu yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

Masyarakat setempat menamakan lawang sewu dikarenakan gedung tersebut memiliki  pintu yang sangat banyak, walaupun kenyataannya, jumlah pintunya tidak mencapai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945).

Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.

Dari asal usul di atas sudah memberikan gambaran yang begitu mencolok akan cerita mistis dari masyarakat sekitar.

Cerita Legenda Mistis Lawang Sewu

lawang sewu

Lorong tengah gedung bersejarah lawang sewu

Walaupun siang hari, lokasi Gedung bersejarah Lawang Sewu kalau sepi memang sedikit bikin merinding. Saat saya mengunjungi Lawang Sewu waktu menunjukkan waktu untuk sholat ashar. Nah dengan lorong-lorong dan banyaknya pintu ini membuat bulu kuduk merinding di karenakan wisatawan mulai pada keluar karena sudah menjelajahi lokasi tersebut dan waktu kunjung hampir kelar.

Legenda yang sempat saya baca di berbagai artikel tentang mistisnya Lawang sewu ialah ribuan makhluk gaib bermukim di gedung empat lokal tersebut. Bahkan, di titik-titik tertentu, mulai dari bagian sumur tua, pintu utama, lorong-lorong, lokasi penjara berdiri, penjara jongkok, ruang utama serta di bagian ruang penyiksaan.

Bukan rahasia lagi jika Cerita Misteri Hantu seperti kuntilanak, genderuwo, hantu berwujud para tentara Belanda, serdadu Jepang dan hantu wanita nonik Belanda sangat kental terdengar di sejumlah lokasi 1000 pintu tersebut. Lokasi yang selalu bikin penasaran dari para pengunjung adalah penjara bawah tanah dan ruang penyiksaan. Ada sebuah penjara berdiri yang terletak di bawah tanah. Konon, di penjara bawah tanah itu adalah tempat para tahanan yang di masukkan dan berdesak-desakan hingga meninggal dunia.

Memang cerita dahulu sepertinya cukup mengerikan disaat tahanan pada disiksa dan tidak diberi makan, dan akhirnya sampai meninggal.

Namun, Lawang Sewu Kini Berbeda Dan Lebih Baik

Lawang Sewu

Lawang Sewu Makin Bersih Dan Keren Untuk Berfoto

Dari cerita legenda mistis tersebut jika kita membayangkan emang sangat mengerikan apalagi jika belum datang di lokasi bersejarah ini. Namun jika kamu udah datang dilokasi ini kalian akan betah dan jangan lupa siapkan smartphone atau kamera kamu karena Lawang Sewu kini berbeda dan lebih menarik tidak seperti yang dibayangkan disaat masa-masa penjajahan.

Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

Gedung yang saat ini telah dikelola dengan rapi oleh pemerintah itu tidak lagi dikesankan angker. Meski hal itu menjadi ikon tersendiri kota Semarang. Sebab, lokasi itu telah disulap menjadi obyek wisata kota yang paling diminati. Jadi kalau Explore semarang kalian wajib datang di Gedung bersejarah Lawang Sewu. Baca cerita dari sejarah gedungnya dan kenali wisata-wisata sekitarmu, karena wisata bersejarah juga perlu.

 

” Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Legenda pariwisata Jawa Tengah 2017 yang diselengarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah”

 

Previous Serba Serbi Kotak P3K Saat Traveling
Next Masihkah Ada Kartini? Bersama Podjok Komunitas Onthel Yogyakarta

About author

Bang Nasrul
Bang Nasrul 187 posts

Blogger ingusan yang butuh ilmu dari kalian yang lebih berwawasan tinggi. Minat seputar Foto & Videography mohon bimbingannya

View all posts by this author →

You might also like

Traveling 0 Comments

Jamnas Honda Life dan Kei Car #2 – Hari 2

Lensanasrul.com – Masih seputar cerita saya di Malang, di event Jambore Nasional #2 Honda Life dan Kei Car. Ini merupkan hari ke 2 saya di Malang, Baca artikel sebelumnya agar

Traveling 0 Comments

Indahnya Yogyakarta dari Tempat Wisata Candi Ijo

Oke ternyata tidak terasa tahun 2014 akan selesai tinggal beberapa hari, Banyak kenangan yang tidak bisa saya ungkapkan di sini, namun saya merasa bahagia dan di resolusi 2015 aku ingin

Yogyakarta 0 Comments

Menikmati Suara Ombak Di Pantai Pringjono

ak terasa nanti malam kita sudah melaksanakan ibadah sholat Tarawih. Ramadhan kali ini jatuh pada tanggal 27 mei 2017, mumpung kemarin kamis ada libur tanggal merah saya manfaatkan untuk menikmati

2 Comments

    • Bang Nasrul
      April 20, 20:43 Reply

      tak hanya di baca juga bikin penasaran datang di tempatnya, dan alhamdulillah sudah kesana…

Leave a Reply